Kamis, 15 Oktober 2015

Tugas Mata Kuliah Statistika Dan Probabilitas

DATA
Pengertian Data
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai  arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf,  angka,  matematika,  bahasa  ataupun  simbol-simbol  lainnya  yang  bisa  kita gunakan  sebagai  bahan  untuk  melihat  lingkungan,  obyek,  kejadian  ataupun  suatu konsep.

Data  adalah catatan atas kumpulan  fakta. Data merupakan bentuk jamak dari  datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data  berarti  suatu  pernyataan  yang  diterima  secara  apa  adanya.  Pernyataan  ini  adalah  hasil pengukuran  atau  pengamatan  suatu  variabel  yang  bentuknya  dapat  berupa  angka,  kata-kata, atau citra.
Dalam  keilmuan  (ilmiah),  fakta  dikumpulkan  untuk  menjadi  data.  Data  kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain  yang  tidak  langsung  mengalaminya  sendiri,  hal  ini  dinamakan  deskripsi.  Pemilahan banyak  data  sesuai  dengan  persamaan  atau  perbedaan  yang  dikandungnya  dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi.
“Intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan.”

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun  suatu  perubahan  bentuk  dari  data  yang  memiliki  nilai  tertentu,  dan  bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya.  Informasi  juga  bisa  disebut  sebagai  hasil  pengolahan  ataupun pemrosesan data.
Data  bisa  merupakan  jam  kerja  bagi  karyawan  perusahaan.  Data  ini  kemudian  perlu diproses dan diubah menjadi informasi.
Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan  dihasilkan  suatu  nilai  tertentu.  Jika  gambaran  penghasilan  setiap  karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan  rekapitulasi gaji  yang harus  dibayar oleh perusahaan.  Penggajian  merupakan  informasi  bagi  pemilik  perusahaan.  Informasi merupakan  hasil  proses  dari  data  yang  ada,  atau  bisa  diartikan  sebagai  data  yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui
Macam-Macam Data
Data adalah himpunan keterangan atau bilangan dari objek yang diamati. Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi :
a.  Data Kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dengan bilangan.
Menurut cara mendapatkan data kuantitatif dibagi 2 yaitu :
@  Data Diskrit atau data Data Cacahan : data yang diperolah dengan cara mencacah atau menghitung satu per satu.
Contoh : - Banyaknya siswa SMKN 1 Malang 600 orang.
               - Satu kilogram telur berisi 16 butir.
@  Data Kontinu atau Data Ukuran atau Data Timbangan : data yang diperoleh dengan cara mengukur atau menimbang dengan alat ukur yang valid.
Contoh : - Berat badan 3 orang siswa adalah 45 kg, 50 kg, 53 kg.
               - Diameter tabung = 72,5 mm
b.  Data Kualitatif adalah data yang tidak dapat dinyatakan dengan bilangan
(menyatakan mutu atau kualitas).
Contoh :   - Data jenis kelamin
                - Data kegemaran siswa
Data yang baru dikumpulkan dan belum diolah disebut data mentah.
Metode pengumpulan data ada 2 yaitu :
1. Metode Sampling adalah pengumpulan data dengan meneliti sebagian anggota populasi.
2. Metode Sensus adalah pengumpulan data dengan meneliti semua anggota populasi.

Berdasarkan bentuk data kuantitatif:
Data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari hasil perhitungan. Contoh:
Banyaknya perserta kuliah hari ini, Banyak pengunjung pada sebuah Plaza, Penghuni rumah no. 12, dan sebagainya.
@ Data kontinu, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Contoh: Jarak tempuh dari rumah ke kampus (km), Hasil Panen Petani A (ton), Prestasi belajar mahasiswa B (IPK), Keterampilan pegawai C (menit).

Berdasarkan Skala Pengukuran:
@ Nominal. Skala nominal merupakan skala data yang sangat sederhana, dimana angka yang dicantumkan hanya untuk mengklasifikasikan. Variable (data yang dapat berubah-rubah nilainya) yang datanya merupakan bersekala nominal disebut variabel nominal.
@ Ordinal. Data ordinal adalah data yang diperoleh dengan kategorisasi, dimana angka-angka yang dicantumkan merupakan pembeda juga menunjukan adanya urutan tingkatan yang berdasarkan criteria tertentu.
Ciri-ciri data berskala nominal, yaitu:
1.  Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda saja dari data yang posisinya stara
2.  Tidak  berlaku  operasi  matematik,  seperti:  >,Data  jenis  kelamin:  pria  di  beri tanda  1,  perempuan  diberi  tanda  2;  Data  mata  pencaharian:  buruh  diberi tanda 1,  pegawai negeri diberi tanda 2, pengusaha diberi tanda 3;  Kode pos: kecamatan  A  diberi  tanda  45391,  kecamatan  B  diberi  tanda  45392  dan kecamatan  C  diberi  tanda  45393.  Dari  contoh  tersebut  kita  tidak  bisa menyatakan  bahwa  pria  lebih  rendah  dari  perempuan  dan  begitu  pula sebaliknya.  Dengan  tanda  pria  =1  tidak  berlaku  perhitungan  +,-  atau  /.  Misal pria  (1)  +  pria  (1)  tidak  mungkin  menghasil  2  adalah  perempuan.  Penjelasan yang sama untuk contoh kode pos, missal kode pos 45391 dan 45396 itu hanya membedakan tempat saja.


Ciri-ciri skala ordinal, yaitu :
1.  Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda serta menyatakan tingkatan data saja.
2.  Tidak  berlaku  opersi  matematik  (X,  -,  /,  +  dsb).  Contoh:  Data  tentang tingkat  pendidikan:  lulusan  SD  diberi  tanda  1,  lulusan  SMP  diberi  tanda  2, lulusan  SMU  diberi  tanda  3,  lulusan  D-1  diberi  tanda  4,  lulusan  D-2  diberi tanda  5,  lulusan  D-IV  diberi  tanda  6,  lulusan  S-1  diberi  tanda  7.  Dari  contoh tersebut  kita  hanya  dapat  menyatakan  bahwa  tingat  pendikan  seseorang  lebih rendah  atau  tinggi  saja.  Tidak  berlaku  bahwa  seseorang  lulusan  SMP  yang mempunyai ijazah SD = 1 dan ijazah SMP =2 menjadi seseorang lulusan SMU yang diberi tanda 3.

@ Interval.  Data skala interval adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang tidak mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Suhu 0C  -  100C atau 32F  - 212F
@ Rasio. Data skala rasio adalah data yang diperoleh dari hasil perhitungan yang mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Misalnya jumlah buku adalah 5 jika ada 5 buku, maka dinyatakan nilainya 5 dan jika tidak ada buku ,maka nilainya dinyatakan 0.
Berdasarkan sumbernya:
@ Data Intern, yaitu data dalam lingkungan sendiri. Contohnya: data pribadi, spesifikasi produk, beban biaya produksi, kualitas produk dan sebagainya.
@ Data Ekstern, yaitu data yang diperoleh dari pihak atau sumber lain, sehingga berdasarkan sumbernya, data ekstern terbagi menjadi dua bagian lagi, yaitu:
@ Data Ekstern Primer, yaitu data pihak lain yang langsung dikumpulkan oleh peneliti itu sendiri. Contoh: Peneliti mencatat kapasitas produksi produk C di pabrik A, peneliti mencatat kualitas produk di pabarik A, peneliti mencatat penghasilan bulanan pegawai Pabrik A, Peneliti mencatat prestasi akademik mahasiswa Jurusan A.
@ Data Ekstern Sekunder, yaitu data dari pihak lain yang dikumpulkan melalui sebuah perantara lagi, lengkapnya data ekstern sekunder adalah mengambil  atau  menggunakan,  sebagian  atau  seluruh  data  dari sekumpulan  data  yang  telah  dicatat  atau  dilaporkan  oleh  badan  atau orang lain. Contoh: Peneliti mencatat data kualitas produk C dari hasil laporan peneliti lainnya untuk diterapkan dalam contoh aplikasi metode barunya tersebut.


Cara-cara Pengumpulan Data
Ada beberapa macam cara-cara pengumpulan data antara lain yaitu:
a.   Angket (Kuesionare)
Angket  adalah  daftar  pertanyaan  yang  diberikan  kepada  responden  untuk menggali  data  sesuai  dengan  permasalahan  penelitian.  Menurut  Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan  diangkakan  (kuantifikasi),  disusun  tabel-tabel  dan  dianalisa  secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
Tujuan  pokok  pembuatan  kuesioner  adalah   (a)  untuk  memperoleh  informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi  dengan  reliabel  dan  validitas  yang  tinggi.  Hal  yang  perlu diperhatikan  oleh  peneliti  dalam  menyusun  kuesioner,  pertanyaan-pertanyaan yang  disusun  harus  sesuai  dengan  hipotesa  dan  tujuan  penelitian.
Menurut  Suharsimi  Arikunto,  sebelum  kuesioner  disusun  memperhatikan prosedur sebagai berikut:
- Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
- Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
- Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
- Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.
Contoh Angket
1.  Angket Terbuka, yaitu angket dimana responden diberi kebebasan untuk menjawab
Contoh: Metode apa yang digunakan oleh Bapak/ibu  dalam pengajaran PAI dikelas?
a......................
b......................
c......................
d......................


1.   Angket Tertutup, apabila jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti.
Contoh: Apakah Bapak/Ibu senantiasa memeriksa hasil pekerjaan anak dikelas?
a.       Selau
b.      Sering
c.       Jarang sekali
1.  Angket semi terbuka, yaitu jawaban pertanyaan sudah diberikan oleh peneliti, tetapi diberi kesempatan untuk menjawab sesuai kemauan responden
Contoh: Apa metode yang Bapak?Ibu gunakan dalam pengajaran PAI
a.   Diskusi
b.   Ceramah
c.   ............

b. Tes
Tes  adalah  serentetan  pertanyaan  atau  latihan  serta  alat  lain  yang  digunakan  untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Ditinjau dari sasaran atau obyek yang akan dievaluasi,  ada beberapa macam tes dan alat ukur yaitu:
1.  Tes  kepribadian  atau  personality  test,  yaitu  tes  yang  digunakan  untuk mengungkap kepribadian seseorang, seperti konsep diri/self–concept, kreativitas, disiplin, kemampuan khusus, dan sebagainya.
2.  Tes  bakat,  yaitu  tes  yang  digunakan  untuk  mengukur  atau mengetahui bakat seseorang.
3.  Tes  intelegensi,  yaitu  tes  yang  digunakan  untuk mengadakan  estimasi  atau  perkiraan  terhadap  tingkat  intelektual  seseorang dengan  cara  memberikan  berbagai  tugas  kepada  orang  yang  akan  diukur intelegensinya.
4.  Tes sikap, yang sering disebut dengan istilah kala sikap, yaitu alat  yang  digunakan  untuk  mengadakan  pengukuran  terhadap  berbagai  sikap seseorang.
5.  Tes minat, yaitu tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang  terhadap sesuatu.
6.  Tes  prestasi, yaitu  tes  yang  digunakan  untuk  mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.

c. Wawancara
Wawancara  merupakan  proses  komunikasi  yang  sangat  menentukan  dalam  proses penelitian.  Dengan  wawancara  data  yang  diperoleh  akan  lebih  mendalam,  karena mampu  menggali  pemikiran  atau  pendapat  secara  detail.  Oleh  karena  itu  dalam pelaksanaan  wawancara  diperlukan  ketrampilan  dari  seorang  peneliti  dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai,  motivasi  yang  tinggi,  dan  rasa  aman,  artinya  tidak  ragu  dan  takut dalam  menyampaikan  wawancara.  Seorang  peneliti  juga  harus  bersikap  netral, sehingga  responden  tidak  merasa  ada  tekanan  psikis  dalam  memberikan  jawaban kepada  peneliti.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
1.  Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat  garis  besar  yang  akan  ditanyakan.  Dalam  hal  ini  perlu  adanya kreativitas  pewawancara  sangat  diperlukan,  bahkan  pedoman  wawancara model ini sangat tergantung pada pewawancara.
2.  Pedoman  pewawancara  terstruktur,  yaitu  pedoman  wawancara  yang  disusun secara  terperinci  sehingga  menyerupai  chek-list.  Pewawancara  hanya  tinggal memberi tanda √ (check).
Dalam  pelaksanaan  penelitian  dilapangan,  wawancara  biasanya  dilaksanakan  dalam  bentuk  ”semi  structured”.  Dimana  interviewr / Pewancara  menanyakan serentetan  pertanyaan  yang  sudah  terstruktur,  kemudian  satu  persatu  diperdalam dalam menggali keterangan lebih lanjut. Dengan model wawancara seperti ini, maka semua variabel yang ingin digali dalam penelitian akan dapat diperoleh secara lengkap dan mendalam.

Menurut Nasution (1991:135), ada beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam wawancara, antara lain: pengalaman, pendapat, perasaan, pengetahuan, pengeinderaan dan latar belakang pendidikan.
Dalam pelaksanaan wawancara, sering kita temukan dilapangan adanya perbedaan persepsi pandangan tentang hal-hal tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian, antara peneliti dengan orang yang diwawancarai. Berdasar hal tersebut, yang perlu diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif naturalistik, ada dua istilah yaitu informasi emic dan etic. Informasi emic adalah informasi yang berkaitan dengan bagaimana pandangan responden terhadap dunia luar berdasar perspektifnya sendiri, sedangkan yang berdasar perspektif peneliti disebut informasi etic.

d. Dokumen
Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik.
Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat mengungkap suatu situasi pada detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya untuk melukiskan kegembiraan atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.

Selain foto, bahan statistic juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.

e. Observasi
Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat. Seorang peneliti harus melatih dirinya untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti.

Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.


Menurut Nasution, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi, antara lain:
1. Harus diketahu dimana observasi dapat dilakukan, apakah hanya ditempat-tempat pada waktu    tertentu atau terjadi diberbagai lokasi?
2. Harus ditentukan siapa-siapa sajakah yang dapat diobservasi, sehingga benar-benar representatif?
3. Harus diketahui dengan jelas data apa yang harus dikumpulkan sehingga relevan dengan tujuan penelitian.
4. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data, terutama berkaitan dengan izin pelaksanaan penelitian.
5. Harus diketahui tentang cara-cara bagaimana mencatat hasil observasi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar